Satu langkah kecil bersama Big Unknown Giant

Sama seperti perjalan besar lainnya semua ini harus dimulai dengan sebuah langkah dan disinilah kita memulai langkah itu. Perjalanan ini akan dilalui bersama si Big Unknown Giant atau kita singkat saja menjadi BUG atau FreeBSD juga tidak mengapa.

Kita akan bersama-sama terlibat dalam sebuah perjalan. Tujuan dari perjalanan ini adalah untuk mendekatkan satu sama lain, antara kita dan Big Unknown Giant dan menghilangkan mitos-mitos yang selama ini beredar. Bahwa sebenarnya FreeBSD itu mudah digunakan, stabil, aman dan powerful.

Untuk memulai langkah awal ini yang kita butuhkan adalah sebuah aplikasi Virtualisasi seperti VMware atau VirtualBox. Kebetulan saya hanya memiliki VirtualBox untuk saat ini. Jadi kita akan mencoba menginstall FreeBSD menggunakan VirtualBox. FreeBSD mampu berjalan pada komputer berspesifikasi rendah. Saat ini saya akan mencoba bermain-main dengan sebuah Virtual Machine bermemori 512 MB dan harddisk 4 GB.

Nyalakan VM yang sudah dibuat dan segera setalah itu akan muncul boot loader dari FreeBSD seperti gambar ini

Ok mungkin ada yang bertanya apa maksud dari tulisan biru muda di bawah logo FreeBSD yang berbunyi FreeBSD “Nakatomi Socrates” 9.2. Sebuah film aksi laga yang diproduksi tepat satu tahun sebelum saya lahir yang menginspirasi tulisan itu. Die Hard pertama yang diputar tahun 1988 menampilkan aksi epik Bruce Wills melawan kelompok teroris yang menguasai sebuah gedung. Sistem opreasi gedung tersebut menggunakan BSD 9.2 seperti terlihat pada gambar dibawah ini

Nah sudah tau kan apa maksudnya, sekarang kita lanjut lagi. Untuk melanjutkan installasi pilihlah “Boot Multi User” atau tekan saja enter. Kita akan disambut oleh dialog welcome yang memberi kita pilihan untuk mulai menginstall, menggunakan live shell atau mencoba liveCD.

Kita saat ini akan menginstall FreeBSD tentu kita memilih menu Install. Namun nanti dilain kesempatan kita akan membahas tentang Recovery FreeBSD yang akan menggunakan menu LiveCD jadi sabar dan stay tune.

Setelah kita memilih tombol install kita akan dikonfirmasi apakah akan menggati layout keyboard, saya bersumsi kita menggunakan keyboard standard komputer QUERTY. Maka kita memilih No

Dialog berikutnya akan menanyakan apa nama hostname untuk FreeBSD yang kita install ini. Domain nya tidak perlu ada juga tidak apa-apa alias fiktif seperti yang saya gunakan ini “wew.nguk.com”.

Installasi FreeBSD ini sangat simple sama seperti kebanyakan installasi aplikasi, proses utama adalah extraksi paket. Dialog berikutnya akan menanyakan paket-paket apa saja yang ingin di extact. Saya menyarankan semua paket di install tapi untuk kali ini saya hanya menginstall paket-paket yang disarankan secara default oleh installer saja yaitu games, lib32 dan ports.

Dialog berikutnya akan menanyakan apakah kita akan melakukan proses manajemen partisi menggunakan mode “Guided” atau “Manual”. Proses ini akan menghasilkan informasi dimana FreeBSD akan diinstall. Lewat proses ini juga kita bisa menentukan layout dari partisi harddisk kita. Walau pun kita baru pertama kali melakukan installasi FreeBSD namun kita akan beranikan memilih mode Manual supaya tahu lebih detil tentang proses manajemen Partisi.

Dialog berikutnya adalah tampilan dari Partition Editor nya FreeBSD installer. Kebetulan saya menggunakan harddisk virtual berukuran 4GB.

Harddisk yang saya gunakan ini masih baru, belum pernah ada sistem operasi sebelumya sehingga tidak ada partition schema diatasnya. Untuk dapat digunakan kita terlebih dahulu harus membuat partition schema di sana. Klik tombol Create, akan muncul dialog bertanya tentang jenis partition schema, kita akan menggunakan GPT. Kenapa FreeBSD secara default memilih GPT dari MBR akan dibahas di tulisan mendatang.

Sekarang harddisk kita sudah memiliki partition schema selanjutkan kita akan membuat partisi-partisi lagi di dalamnya.

Sekarang kita akan membuat dua paritisi untuk installasi FreeBSD ini. Partisi pertama akan menjadi freebsd-boot dan yang kedua akan menjadi freebsd-ufs. Partisi pertama akan menjadi tempat diinstallnya boot loader. Pilih create , lalu pada kolom Type isi kan dengan “freebsd-boot”, untuk ukurannya cukup 64KB saja lalu tekan OK.

Berikutnya pilih lagi tombol Create dan masukan Type dengan “freebsd-ufs” dan isikan mountpoint nya dengan “/”. Partisi ini akan menjadi root bagi sistem FreeBSD kita nanti.

Setelah kita memilih OK dialog akan menghilang, kemudian pilih Finish untuk menyimpan partition layout dan melanjutkan installasi. Setelah itu akan muncul dialog yang menanyakan apakah kita yakin akan melanjutkan proses karena semua data yang ada akan dihapus. Kita pilih “Commit”.

Sebelum proses extraksi paket aplikasi, installer akan terlebih dahulu melakukan verifikasi paket. Prosesnya sangat sederhana, didalam installer sudah ada kode hasil checksum dari paket-paket yang akan diinstall. Installer akan melakukan checksum sekali lagi dan membandingkan dengan data checksum sebelumnya.

Tepat setelah proses verifikasi selesai maka installer akan mulai menjalankan bagian vital dari installasi yaitu extraksi paket. Proses extraksi ports.txz akan memakan waktu paling lama karena memang paket ini yang paling besar.

Setelah menunggu dan menunggu selesailah sudah proses ekstraksi nya. Dialog berikutnya tidak menggunakan style biru dan abu-abu lagi melainkan hitam putih. Dialog ini meminta kita memasukan passwod untuk user root sebanyak dua kali. Oh ya password yang kita ketikan mungkin tidak akan muncul jadi hati-hati saat memasukan password.

Selesai memasukan password untuk root, kita kemudian diminta untuk melakukan konfigurasi pada kartu jaringan yang terbaca oleh installer. Apabila tidak ada kartu jaringan yang terbaca maka tahap berikut ini akan dilewati.

Dialog berikut nya akan meminta konfirmasi apakah kita akan melakukan konfigurasi menggunakan IPv4 . Karena saya menggunakan virtualbox yang juga menggunakan IPv4 maka saya akan memilih OK.

Dan tentu saja Virtualbox sudah menyediakan build-in DHCP server maka saya akan milih Yes ketika ditanya apakah akan menggunakan DHCP .

Seteleh selesai melakukan permintaan DHCP installer akan menampilkan alamat ip yang telah didapat.

Dialog berikutnya akan menanyakan tentang apakah kita akan menggunakan UTC atau tidak, Saya menyarankan kita memilih NO saja.

Selanjutnya kita diminta memilih zona waktu , karena saya tinggal di bandung maka saya memilih Asia -> Indonesia -> Java & Sumatra .

Sesaat setelah FreeBSD selesai diinstall hanya ada sedikit sekali service yang berjalan. Pada dialog berikut kita diminta untuk memilih service apa saja yang ingin menyala ketika FreeBSD booting . Saya hanya akan menyalakan SSH, sesuai dengan rekomendasi installer.

Dialog berikutnya menanyakan apakah kita ingin menghidupkan fasilitas Core Dump. Fasilitas ini sangat berguna untuk melakukan debuging pada sistem apabila suatu saat terjadi kegagalan fungsi. Namun untuk saat ini saya merasa tidak perlu menyalakannya. Maka saya memilih No.

Selanjutnya kita akan ditanya apakah kita ingin menambahkan user pada sistem FreeBSD kita. Saya merekomendasikan untuk menambahkan user. FreeBSD secara default melarang root untuk login lewat SSH sabagai salah satu cara meningkatkan keamanan. Maka dari itu kita perlu user biasa untuk masuk lewat SSH.

Kita akan diminta untuk memasukan beberap informasi mengenai user baru ini seperti Username, Nama, Group dan lain sebaginya. Tidak perlu khawatir jika tidak mengerti tentang apa yang ditanyakan. Yang perlu diperhatikan adalah username, dan password selebihnya tinggal tekan enter saja. Pada akhir pertanyaan kita diminta untuk mengetikan yes untuk memverifikasi data user.

Sampailah kita di hampir penghujung proses installasi FreeBSD. Kita akan diberikan pilihan seperti dibawah ini

Kita pilih Exit saja dan akan muncul dialog sebagai berikut

Kita bisa memilih Yes untuk membuka shell dan melakukan penyesuian terakhir . Namun saya sarankan memilih No. Dialog berikutnya akan menanyakan apakah kita sudah selesai dengan installasi dan ingin melakukan Reboot. Pilih reboot

Setelah melakukan setting ulang pada urutan boot sehingga harddisk menjadi pertama, kita kembali akan dihadapkan pada boot loader sama seperti saat kita akan mulai melakukan installasi. Namun kali ini bootloader yang tampil berasal dari sistem freebsd yang kita install sebelumnya. Setelah kita memilih untuk booting kita akan disambut dengan tampilan login seperti ini

Masukan user root dan password sama seperti yang kita masukan ketika proses installasi. Maka sampailah kita pada tampilan ini

Selesai sudah proses installasi FreeBSD yang mana menjadi langkah awal kita bersama Big Unknown Giant. Berikutnya akan lebih menarik lagi.

asdf

One Comments

  • ade April 19, 2017 Reply

    bahasa tingkat tinggi niy.bagi pemul :),thanks pencerahannya

Leave a Reply